Mengapa sibuk membantah sesama muslim dan diam terhadap orang kafir

Pertanyaan atau ucapan seperti ini sering muncul dari berbagai kalangan, baik dari orang-orang awam maupun dari kalangan yang diistilahkan dengan ”para aktivis” atau “pegiat da’wah”. Kalau munculnya dari orang-orang awam maka hal itu bisa dimaklumi, karena keawamannya itu mereka cenderung menilai dan bersikap berdasarkan tingkat pengetahuannya terhadap agama. Karena bersumber dari orang awam, maka pengaruh dari ucapan tersebut tidak terlalu berarti.

Namun apabila ucapan atau pertanyaan seperti itu diucapkan oleh orang-orang yang disebut “para aktivis” atau “pegiat da’wah” maka akan memiliki pengaruh negatif yang cukup berarti, antara lain:

Posted in Aqidah. 0 Comment »


Kepedulian Saudi Arabia Terhadap Para Korban Di Palestina

Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…



Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.



Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk bantuan baik materi maupun moril/spirit.

Posted in Aqidah. 1 Comment »

Sejarah peringatan maulid nabi

Seluruh ulama sepakat bahwa maulid Nabi tidak pernah diperingati pada masa Nabi shallallahu `alaihi wasallam hidup dan tidak juga pada masa pemerintahan khulafaurrasyidin.



Lalu kapan dimulainya peringatan maulid Nabi dan siapa yang pertama kali mengadakannya?



Al Maqrizy (seorang ahli sejarah islam) dalam bukunya "Al khutath" menjelaskan bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad IV Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyun di Mesir.

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Download Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 - 15

Silahkan kalian download di

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Kafirkah Berhukum dengan Selain Hukum Allah?

Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “Yang benar adalah bahwa berhukum dengan selain hukum Allah taala mencakup dua jenis kekafiran, kecil dan besar, sesuai dengan keadaan pelakunya. Jika ia yakin akan wajibnya berhukum dengan hukum Allah (dalam permasalahan tersebut) namun ia condong kepada selain hukum Allah dengan suatu keyakinan bahwa ??? karenanya ia berhak mendapatkan hukuman dari Allah, maka kafirnya adalah kafir kecil (yang tidak mengeluarkannya dari Islam-pen). Jika ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib -dalam keadaan ia mengetahui bahwa itu adalah hukum Allah- dan ia merasa bebas untuk memilih (hukum apa saja), maka kafirnya adalah kafir besar (yang dapat mengeluarkannya dari Islam -pen). Dan jika ia sebagai seorang yang buta tentang hukum Allah lalu ia salah dalam memutuskannya, maka ia dihukumi sebagai seorang yang bersalah (tidak terjatuh ke dalam salah satu dari jenis kekafiran -pen).” (Madarijus Salikin, 1/336-337).

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Allah Mengegngam Bumi

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah menggenggam bumi dan rnelipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian bertirman : "Akulah Raja, dimanakah raja-raja bumi ?" (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Sifat-sifat Penghuni Neraka

Penulis : Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc





Dalam surat Qaf, Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan beberapa sifat penghuni neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Anda dokter bagi diri anda sendiri

 


Saudara tercinta, jika Anda termasuk orang yang merasa puas dengan manfaat dan kepentingan Ruqyah dalam kehidupan Anda, maka dapat dengan demikian Anda tidak perlu mendatangi seseorang untuk meruqyah Anda. Karena Anda dapat meruqyah diri sendiri. Dan ternyata ini lebih baik ditinjau dari beberapa aspek:
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Pembagian Obat Penyakit Hati : Alamiyah dan Syar’iyah

 


Penyakit hati itu ada dua macam: Pertama, orang yang bersangkutanseketika itu tidak merasakan sakit apa-apa, dan inilah jenis penyakit terdahulu, seperti: Penyakit kebodohan, penyakit syubhat dan keraguan serta penyakit syahwat. Penyakit hati ini adalah jenis penyakit yang paling besar, tetapi karena hati telah rusak maka ia tidak merasakan sakit apa-apa. Sebab mabuk kebodohan dan hawa nafsu telah menghalanginya dari mengetahui penyakit. Jika tidak, tentu ia akan merasakannya, sebab penyakit itu ada pada dirinya. Tetapi ia tidak mempedulikannya karena sibuk dengan hal lain yang tak ada sangkut pautnya dengan masalah yang ia hadapi. Inilah jenis penyakit hati yang paling berbahaya dan paling sulit. Yang bisa melakukan pengobatannya hanyalah para rasul dan pengikutnya, merekalah dokter-dokter dari jenis penyakit ini.
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Tafsir Bismillah

Firman Allah



Bismillahirrahmaanirrahiim



“Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”



Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.

Posted in Aqidah. 1 Comment »

Jimat dan Jampi-jampi


Penulis: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

 

Praktik perdukunan tidak bisa lepas dari jimat, mantra, dan jampi-jampi. Di masyarakat Arab jahiliah pun hal ini telah demikian dikenal.



Jimat-jimat dikenal dengan istilah tamimah, mantra dan jampi-jampi dikenal dengan ruqyah, pelet atau pengasihan dikenal dengan tiwalah. Tentu saja jika kita bicara istilah maka akan ada saja perbedaan sebutan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Namun hakikatnya semuanya sama, baik itu dinamai jimat, hizb, rajah, pelet, pengasihan, pelarisan, atau apa saja.
Posted in Aqidah. 1 Comment »

Akhlak

 Allah befirman kepada Nabi-Nya,


 

"Dan, sesungguhnya kamu benar-benar berakhlak yang agung." (Al-

Qalam: 4).

 

Ibnu Abbas dan Mujahid berkata, "Artinya berada pada agama yang

agung. Tidak ada agama yang lebih kucintai dan kuridhai selain dari Islam."

 

Menurut Al-Hasan Radhiyallahii Anhu, artinya adalah adab-adab Al-

Qur’an. Menurut Qatadah, artinya apa yang diperintahkan Allah dan yang dilarang-Nya. Dengan kata lain, kamu berada pada akhlak yang diciptakan Allah seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur’an.
Posted in Aqidah. 1 Comment »

Bahaya Ponsel di Tangan Anak


Dulu benda satu ini dianggap sebuah barang mewah dan bergengsi. Namun siapa sangka belakangan ini berubah menjadi bak kacang goreng, dijual murah dan laris manis di berbagai kalangan. Siapa pun bisa menikmatinya.



Sekarang handphone (HP) atau telepon genggam atau telepon seluler (ponsel), benar-benar berada dalam genggaman siapa saja. Tak hanya kalangan pebisnis kelas tinggi, pedagang kaki lima pun berponsel. Tak cuma yang berpenampilan necis dan perlente, yang berkoteka di pedalaman pun kini bisa akrab dengan handphone. Yang lebih parah lagi, anak-anak pun sekarang diasuh oleh ponsel. Padahal nyata-nyata banyak akibat negatif yang ditimbulkannya.
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Agar Anak Tidak Menjadi Teroris


Betapa hancur hati kedua orangtua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya –yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam– diciduk aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orangtua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan. Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Hati Yang Mati

Tipe hati yang kedua yaitu hati yang mati, yang tidak ada kehidupan di dalamnya. Ia tidak mengetahui Tuhannya, tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya. Ia bahkan selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya, meskipun dengan begitu ia akan dimurkai dan dibenci Allah. Ia tidak mempedulikan semuanya, asalkan mendapat bagian dan keinginannya, Tuhannya rela atau murka.
Posted in Aqidah. 2 Comment »

Hati Yang Sakit


Tipe hati yang ketiga adalah hati yang hidup tetapi cacat. Ia memiliki dua materi yang saling tarik-menarik. Ketika ia memenangkan per-tarungan itu maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, keiman-an, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya, itulah materi kehidupan. Di dalamnya juga terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabur, bangga diri, kecintaan berkuasa dan membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghan-curkan dan membinasakannya. Ia diuji oleh dua penyeru: Yang satu menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat pintu dan letaknya dengan dirinya.

Posted in Aqidah. 1 Comment »

Hati Yang Sehat


Karena ada hati yang disifati hidup dan sebaliknya maka keadaan hati dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. Pertama, hati yang sehat yaitu hati yang bersih yang seorang pun tak akan bisa selamat pada Hari Kiamat kecuali jika dia datang kepada Allah dengannya, sebagaimana firman Allah,
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Pengertian Bid’ah dan macam-macamnya

 


PENGERTIAN BID’AH, MACAM-MACAM BIDAH & HUKUM-HUKUMNYA

 

oleh :

 

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

( Anggota Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia )

 

 

 

Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.

 

Badiiu as-samaawaati wal ardli

 

"Artinya : Allah pencipta langit dan bumi" (Al-Baqarah : 117)

 

Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya. Juga firman Allah. Qul maa kuntu bidan min ar-rusuli:
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Qalbu yang Selalu Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala


Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar




Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sambil memegang kedua pundakku:
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit


Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullahu ketika menerangkan ucapan Abu Thayyib Al-Mutanabbi mengatakan: “Aku tidak menganggap aib-aib manusia sebagai kekurangan, seperti kurangnya orang-orang yang mampu mencapai kesempurnaan.”
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Hikmah Turunnya Hujan

 


Kemudian perhatikanlah hikmah yang luar biasa dalam turunnya hujan ke atas bumi dari ketinggian; sehingga siramannya mencakup perbukitan, lembah, dataran tinggi maupun rendah. Kalau Allah hanya menyiramkannya dari salah satu sisi bumi, tentu air tidak mencapai dataran tinggi kecuali apabila terkumpul dengan melimpah di dataran rendah. Akan tetapi, cara itu merusak.
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Pembatal-pembatal Keislaman

 


Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk masuk ke dalam Dinul Islam dan berpegang teguh dengannya, serta mewaspai segala sesuatu yang akan menyimpangkan mereka dari din yang suci ini. Dia mengutus nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dengan amanat da’wah yang suci dan mulia.



Allah juga telah mengingatkan hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang mengikuti seruan para Rasul itu, maka dia telah mendapatkan hidayah; dan siapa yang berpaling dari seruannya, maka ia telah tersesat. Di dalam Kitabullah, ia mengingatkan manusia tentang perkara-perkara yang menjadi sebab “riddah” (murtad dari Dinul Islam) dan perkara-perkara yang termasuk kemusyrikan dan kekafiran. Beberapa ulama rahimahullah selanjutnya menyebutkan peringatan-peringatan Allah itu dalam kitab-kitab mereka.
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Tertipu Oleh Dunia


Orang yang paling tertipu adalah yang tertipu dengan dunia dan kenikmatannya yang sementara mengutamakannya atas akhirat, dan ia lebih ridha dengannya daripada kehidupan akhirat. Mereka itulah penganut paham hedonisme. Lihatlah sebagian pernyataan-pernyataan mereka, “Dunia itu tunai dan kenikmatannya yang konkret, sementara akhirat itu belum ada sekarang. Yang sekarang tunai itu lebih lebih bermanfaat daripada yang belum ada. Kalian memilih mutiara yang tunai, ada sekarang atau mutiara yang sekedar dijanjikan! Kelezatan dunia itu meyakinkan dan kelezatan akhirat itu meragukan. Saya tidak akan tinggalkan yang meyakinkan untuk memilih yang meragukan.”

 

Ini adalah bisikan dan rasukan setan yang paling dahsyat. Binatang ternak lebih cerdas daripada mereka. Binatang ternak bila takut dengan sesuatu yang membahayakan mereka tidak akan berjalan kedepan meskipun dipukul. Jika para hedonis itu mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta pertemuan dengan-Nya, maka mereka adalah manusia yang plaing sengsara karena mereka mengetahui. Jika mereka tidak beriman dengan itu semua, maka mereka lebih jauh lagi dari kebenaran.

 

Jika pernyataan mereka bahwa yang tunai lebih baik daripada yang tertunda, maka jawabannya adalah jika diantara yang tunai dan yang tertunda sama nilainya, maka yang tunai lebih baik. Namun jika keduanya berbeda, yaitu yang terunda lebih baik dan besar nilainya, maka yang tertunda lebih baik. Lantas Bagaimana hendak dibandingkan antara dunia dan akhirat, sementara dunia hanyalah satu napas dari napas-napas akhirat?

Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
Posted in Aqidah. 0 Comment »

Tujuh Keajaiban Dunia (Versi Islam)






Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?



Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:

Posted in Aqidah. 1 Comment »

Keluarnya Ya’juj Ma’juj







Penulis: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin




Ya`juj dan Ma`juj, bangsa yang nanti akan muncul menjelang hari kiamat memang sudah ada sekarang di sebuah wilayah yang dipagari oleh sebuah “benteng”. Namun benarkah mereka telah berhasil menembus dinding besi dan tembaga yang mengisolir mereka selama ini kemudian mewujud dalam bangsa yang mendiami wilayah Rusia dan negara-negara pecahan Soviet di Asia Tengah dan sebagian Eropa? Dan benarkah mereka adalah bangsa Mongol (Tartar)? Asyrathus Sa’ah (أَشْرَاطُ السَّاعَةِ) mengandung pengertian asy-syarthu (الشَّرْطُ) yang bermakna tanda (al-‘alamah). Bentuk jamaknya asyrath (أَشْرَاطٌ). Tanda sesuatu adalah permulaannya. Misal, seorang komandan, berarti dia adalah orang yang di depan memimpin pasukan (bawahannya). Sedangkan kata as-sa’ah (السَّاعَةُ) secara bahasa memiliki makna satu bagian dari bagian-bagian malam dan siang. Bentuk jamaknya sa’at (سَاعَاتٌ) dan sa’a (سَاعَ). As-Sa’ah menurut istilah syar’i yaitu waktu terjadinya kiamat.

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Turunnya Nabi Isa alaihissalam menjelang dekatnya hari kiamat











Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc




Orang yang beriman niscaya meyakini bahwa setiap peristiwa diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan suatu hikmah. Tak terkecuali turunnya nabi Isa ‘alaihissalam ke muka bumi pada akhir zaman nanti. Meski tentunya, dengan keterbatasan sebagai manusia, kita hanya bisa mengungkap sebagian saja hikmah di balik peristiwa tersebut.



Peristiwa besar turunnya Isa ke bumi memiliki hikmah yang amat besar.
Para ulama semisal Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa hikmah dari turunnya Isa ‘alaihissalam di akhir zaman. Di antara hikmah yang terpenting:

Posted in Aqidah. 2 Comment »

Munculnya Imam Mahdi di Akhir Zaman











Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.




Syariat sejatinya telah gamblang menjelaskan definisi dan menyuguhkan gambaran akan sosok Al-Imam Al-Mahdi. Namun bersemainya penyimpangan tak pelak menjadikan gambaran Al-Imam Al-Mahdi itu menjadi kabur.



Beriman akan Munculnya Al-Imam Al-Mahdi

Telah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengimani segala yang diberitakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana ini menjadi konsekuensi persaksian kita: “Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Keluarnya Dajjal Sebagai Tanda Hari Kiamat











Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak




Setelah Imam Mahdi, satu penanda besar hari kiamat yang akan muncul adalah Dajjal. Dia berasal dari manusia dan merupakan sosok nyata. Kemunculannya akan didahului dengan sejumlah peristiwa besar.



Di antara kewajiban seorang muslim adalah beriman kepada hari akhir dan apa yang akan terjadi sebelum dan setelahnya. Hari kiamat tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:




“Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi hari kiamat?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari bertanya.” (HR. Muslim no. 1)




Meskipun tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menerangkan tanda-tanda yang akan muncul sebelum terjadinya. Tanda-tanda hari kiamat ada dua, shugra dan kubra.

Tanda kiamat shugra banyak jumlahnya, Di antaranya yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Jibril:



“(Jibril) berkata: Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah menjawab: Budak perempuan melahirkan tuannya, dan kamu lihat orang yang telanjang kaki dan telanjang badan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR. Muslim no. 1)




Adapun tanda kiamat kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu anhu:

Posted in Aqidah. 1 Comment »

Kegelapan dalam hati











Kegelapan iru benar-benar sangat nyata ada didalam hatinya, seperti melihat dan merasakan gelapnya malam. Hal ini karena ketaatan adalah cahaya sementara maksiat adalah kegelapan. Semakin kuat kegelapan dalam hati, maka semakin bingung seseorang. Akibatnya ia terjatuh dalam perkara bid’ah,kesesatan, dan hal-hal yang menghancurkan tanpa ia sadari.


 Seperti orang buta yang berjalan sendirian di tengah malam yang gelap gulita. Abdullah bin Abbas r.a. berkata, “Kebaikan itu meninggalkan sinar di wajah, cahaya dihati, keluasan rezeki,kekuatan fisik dan kecintaan dalam hati orang lain. Kejahatan itu mengakibatkan kegelapan di wajah, di kubur, dihati, kelemahan di badan, kekurangan dalam rezeki, dan kebencian dihati orang lain.












(Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-syafi, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)


 



 

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Maksiat melemahkan kekuatan hati











Maksiat jelas-jelas melemahkan hati. Sementara kelemahan fisik hanyalah efek dari lemahnya hati. Artinya semakin kuat hatinya semakin kuat pula fisiknya. Sementara orang fajir (ahli maksiat) meski fisiknya kuat tapi ketika dibutuhkan dan kondisinya terdesak, kekuatan fisik mereka tidak lagi berdaya. Renungkan, bagaimana kekuatan fisik kaum Romwi dan Persi yang mengkhianati mereka tatkala mereka membutuhkannya. Sehingga dengan mudah orang-orang beriman menaklukan fisik dan hati mereka.


 (Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-syafi, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)


 

Posted in Aqidah. 0 Comment »

Doa sebagai senjata orang mukmin











Doa-doa dan lafal-lafal bagaikan senjata untuk melindungi diri. Senjata akan memiliki arti bukan karena tajamnya saja, akan tetapi juga karena orang yang menggunakannya. Jika sebuah senjata memiliki kesempurnaan, tak ada cacat sedikitpun, tangan penggunannya kuat memainkannya dan tak ada faktor penghalang dari luar, otomatis senjata tersebut akan mampu membunuh musuh. Namun jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka senjata itu tidak akan memiliki pengaruh yang diinginkan.


Demikian pula jika dengan kandungan doa tidak baik atau si pendoa tidak konsentrasi antara hati dan lisannya, atau karena ada faktor penghalang dikabulkannya doa, maka doa tersebut tidak akan menimbulkan pengaruh. 


 (Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-syafi, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)


 

Posted in Aqidah. 0 Comment »